Teruntuk Endorphinku..

Cho, ini hari entah yang keberapa. Aku sudah tak lagi mengingatnya, yang aku tau bahwa semuanya masih sama. Selalu ada yang ingin meledak di ulu hati setiap kali kurasakan keberadaanmu di sudut mimpi.
Cho, semuanya betul-betul masih sama. Semua perasaanku, tak ada yang berubah.
Aku masih selalu merindukanmu.
Rindu yang selalu semakin menjadi-jadi tiap kali kuhadapi nyatamu di depan batang hidungku.
Ingin sekali aku berlari, menjatuhkan diri di dekapmu yang sudah begitu lama tak pernah kukunjungi.
Setelahnya aku hanya ingin kau paham bahwa aku masih selalu mengganggapmu sebagai rumahku.
Taukah kau? Berpuluh-puluh hari ini aku tersesat. Linglungku, tak tau ke mana aku harus merebahkan segala risau yang acapkali menghabisi sisa-sisa kekuatanku.
Cho.. Malam ini, kembali aku hadapi rindu yang begitu keras kepala ingin menujumu. Mendesak, debar di dadaku begitu menyakitkan. Jantungku seperti ingin lepas..
Nyeri.
Nyeri.
Nyeri sekali.
Cho, aku ingin pulang. Tolong bukakan pintu barang sejenak. Aku begitu letih. Tolong biarkan kudiamkan segala rindu yang begitu ribut berseteru di kepalaku.
Setelahnya, kau boleh mengusirku pergi. Barangkali suatu saat nanti mungkin berganti kau yang akan merindukanku sesakit ini.

dari Va yang pernah kaukenal.

Iklan